Cara Mengurus Pajak Motor Mati 5 Tahun 2019

Beberapa di antara kalian yang memiliki kendaraan, tentunya pernah lupa akan waktu membayar pajak. Ketika pajak sudah nunggak biasanya kita akan membiarkannya mati begitu saja.

Menurut blog motor, baru-baru ini ada kabar gembira dari Korlantas (Korps Lalu Lintas) Polri yang sedang mensosialisasikan regulasi baru mengenai penghapusan data kendaraan yang nunggak bayar pajak.

Aturan penghapusan data tersebut rencananya akan diberlakukan pada tahun 2019 ini.

Penghapusan data akan di hitung mulai dua tahun semenjak masa pergatian pelat nomor dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Lantas bagaimana cara mengurus pemutihan dan mengaktifan STNK atau data kendaraan bermotor yang telat pajak.? Ini dia caranya.

Informasi yang admin dapatkan dari Kasubdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Sumardji, menjelaskan prosedur serta syarat yang dibutuhkan untuk mengaktifkan kembali STNK yang telat pajak sama seperti membayar pajak tahunan biasanya yaitu membawa ktp asli dan STNK asli.

Tambah AKBP Sumardji “Untuk masalah nominal yang harus dibayar berbeda beda karena dikenakan denda sesuai dengan berapa lama menunggaknya,”

Dia juga menambahkan, sebaiknya pemilik kendaraan tersebut datang langsung ke Samsat di daerah maisng-masing.

Nanti petugas samsat akan siap melayani dan siap membantu jika pemilik kendaraan merasa kebingungan dalam proses pembayaran pajak.

Proses pelaksanaan dalam pengaktifan data kendaraan bermotor yang telat pajak bisa dikatakan sama persis dengan proses pembayaran pajak pada umumnya.

Hanya saja, nominal yang harus dibayarkan akan sedikit lebih banyak karena ditambah dengan denda pajak.

Jika anda bingung dan tidak tahu banyaknya denda yang harus dibayarkan dalam pengaktifan data kendaraan, kamu bisa menghitungnya dengan rumus berikut:

Perhitungan Denda

PKB = 25% per tahun
Terlambat 3 bulan = PKB x 25% x 3/12
Terlambat 6 bulan = PKB x 25% x 6/12
Denda SWDKLLJ : besarnya Rp 32.000 untuk roda 2 dan Rp 100.000 untuk roda 4.

Kami akan beri contoh, pemilik punya sepeda motor dan terlambat membayar pajak selama enam bulan.

Jumlah PKB yang tertera di STNK Rp 232.000 dan SWDKLLJ Rp 35.000. Maka pemilik dikenakan denda keterlambatan sebesar:

(Rp 232.000 (PKB) x 25% x 6/12 ) + Denda SWDKLLJ (Rp 32.000) = Rp 61.000.

Mudahkan?

Tinggalkan komentar