Dampak Pengangguran Terhadap Perekonomian Negara

Dampak Pengangguran Terhadap Perekonomian Negara
Berikut pembahasan mengenai dampak pengangguran terhadap perekonomian suatu negara, sehingga menimbulkan kemiskinan.

Pengangguran adalah suatu keadaan dimana masyarakat tidak mempunyai pekerjaan apapun, hal itu bisa diakibatkan oleh beberapa faktor seperti kurangnya lapangan pekerjaan, warga Indonesia banyak yang malas untuk mencari pekerjaan, faktor cacat atau umur, rendahnya pendidikan dan kurangnya ke kreatifan pada warga indonesia.

Pengangguran di bagi menjadi tiga yaitu : pengangguran friksional, pengangguran musiman, dan pengangguran siklikal.

Penggangguran friksional adalah Pengangguran yang bersifat sementara, hal itu disebabkan adanya kendala waktu, kondisi dan geografis. Misalnya: seorang pelamar yang tidak bisa memenuhi persyaratkan yang telah ditentukan, biasanya dipengaruhi oleh pendidikan.
Pengangguran musiman ialah pengangguran umumnya terjadi karena adanya fluktuasi kegiatan ekonomi jangka pendek, sehingga menyebabkan orang tersebut harus menganggur.
Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang disebabkan oleh faktor naik turunnya siklus perekonomian, sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah dari penawaran tenaga kerja.

Mengapa jumlah tenaga kerja dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi? Biasanya tingkat pengangguran biasanya digunakan sebagai tolak ukur pertumbuhan ekonomi atau kemakmuran suatu negara. Negara dengan tingkat pengangguran yang cukup tinggi menunjukkan bahwa adanya ketidakstabilan pada perekonomian dan hambatan negara dalam mencapai pembangunan yang dicita-citakan pemerintah.

Berikut ini adalah beberapa dampak yang ditimbulkan oleh tingginya tingkat pengangguran terhadap perekonomian suatu negaranya:

  1. Menyebabkan masyarakat tidak makmur. Tingginya angka pengangguran akan mengurangi pendapatan potensial individu, sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan sehingga menurun nya tingkat kemakmuran.
  2. Menyebabkan penyusutan pendapatan nasional. Tingkat pengangguran yang tinggi dapat mengurangi produktivitas (GDP) dari suatu negara, sehingga akan memicu penurunan rating-nya di mata internasional.
  3. Menghambat pertumbuhan ekonomi. Apabila produktivitas (GDP) dari suatu negara menurun, dapat disimpulkan bahwa negara tersebut tidak dapat melaksanakan pembangunan masyarakat dengan baik, sehingga memicu tingginya angka pengangguran.
  4. Menurunkan upah minimum. Jika dalam suatu negara hampir sebagian besar masyarakatnya pengangguran, akan merugikan pemerintah, sebab banyak tenaga kerja yang rela dibayar rendah demi menghindari pengangguran sehingga mempengaruhi pendapatan negara.
  5. Investasi di negara melemah. Negara dengan pendapatan rendah tidak akan mendapat kehormatan dari investor perusahaan asing, sehingga akan berdampak pada kurangnya minat untuk berinvestasi.
  6. Memicu kemiskinan. Dengan semua dampak yang telah disebutkan diatas, pengangguran di suatu negara semakin bertambah dan banyak keluarga yang semakin miskin sehingga akan membuat negara jatuh miskin pula.

Tinggalkan komentar