Pengertian Negara Menurut Para Ahli

Adanya negara untuk membantu manusia mewujudkan tujuan dan cita-citanya. Penyelenggaraan negara harus membawa manfaat bagi manusia. Tugas negara adalah bertanggung jawab atas kepentingan bersama warganya. Negara harus melindungi hak-hak warganya dan menetapkan kewajiban-kewajiban sebagai watga negara. Negara juga harus menciptakan kehidupan bersama yang dilandasi oleh semangat cinta kasih, keadilan dan perdamaian.

Agar kita dapat memahami apa sesungguhnya negara itu, maka kita perlu menelusuri istilah dari negara. Dalam bahasa Inggris negara disebut state, dalam bahasa belanda negara disebut staat, dan dalam bahasa prancis negara disebut etat.
Kata state, staat, dan etat berasal dari bahasa Latin status atau stacum, yang berarti keadaan yang tegak dan tetap atau sesuatu yang memiliki sifat-sifat yang tegak atau tetap.

Poin Penting

A. PENGERTIAN NEGARA

Negara merupakan organisasi yang paling penting dan juga mencakup pengertian yang sangat luas:

  • Menurut Larson menyatakan bahwa, “Negara adalah sebuah konsep inklusif yang meliputi semua aspek pembuatan kebijakan dan pelaksanaan sanksi hukumnya”.
  • Menurut calvert menyatakan bahwa, “Negara adalah komunitas yang diorganisir untuk suatu tujuan politik”.
  • Menurut greenberg menyebutkan bahwa, “Negara sebagai pengaturan kekayaan atau property rules. Negara mengatur bagaimana kekayaan diprodusikan dan bagaimana kemudian dia dibagikan menurut aturan yang dibuat.”
  • Menurut Wondrow Wilson menyatakan bahwa, “Negara ialah rakyat yang terorganisasi untuk hukum wilayah wilayah tertentu.”
  • Menurut Bluntshil menyatakan bahwa, “Negara adala dari rakyat yang disusun dalam suatu organisasi politik di suatu daerah tertentu.”
  • Menurut Cardoso menyatakan bahwa, “Negara kecenderungan menekankan pada penguasaan sumber daya politik.”
  • Menuru Kral mrax dan para pengamat paham Marxisme Komunisme dianggapnya sebagai “suatu mesin untuk suatu lapisan masyarakat menindas lapisan lainnya. Negara adalah suatu kejahatan (evil), karena negara adalah akibat dari adanya kelas. Dalam masyarakat yang tidak berkelas dengan sendirinya negara itubtidak ada.”
Pengertian negara di atas merupakan sebuah pengertian yang berdasarkan doktrin atau pandangan dari para ahli. 
Berdasarkan penjelasan diatas dapat dinyatakan bahwa pengertian negara dilihat dari tujuan yang ingin dicapai, kebijakan yang dimilikinya maupun wewenangnya, maka dapat dimaknai bahwa pendapat-pendapat diatas menyatakan negara adalah alat yang dibuat masyarakat bangsa, diberi kekuasaan untuk mengatur hubungan antar manusia / kelompok dalam suatu masyarakat bangsa, mengarahkan masyarakat secara bersama-sama ke arah tercapainya tujuan-tujuan dari masyarakat seluruhnya, sehingga dapat diberikan penegasan bahwa negara merupakan sebuah konsep politik yang terstruktur, yabg cakupannya sama dengan bangsa atau lebih kecil yang terdiri dari kelompok elit.

2. UNSUR-UNSUR NEGARA

Unsur negara merupakan hal pokok yang harus dapat dipenuhi oleh berdirinya suatu negara, sehingga tanpa adanya unsur negara tersebut mustahil negara dapat berdiri. 
Unsur-unsur negara sebagai berikut:

a. Penduduk
Setiap negara mempunyai penduduk, dan kekuasaan yang menjangkau seluruh penduduk didalam wilayahnya. Dalam mempelajari soal penduduk ini, maka perlu diperhatikan faktor-faktor seperti kepadatan penduduk, tingkat pembangunan, tingkat kecerdasan, homogenitas, dan masalah nasionalisme. 
b. Wilayah
Wilayah adalah bagian tertentu dari permukaan bumi dimana penduduk suatu negara bertempat tinggal secara tetap. Wilayah suatu negara meliputi wilayah daratan, lautan, dan udara. 
Tidak semua negara memiliki wilayah seperti itu. Ada negara yang hanya memiliki wilayah daratan dan udara saja, sedangkan wilayah lautan tidak ada.  Contohnya: Negara Indonesia yang memiliki tiga wilayah yaitu wilayah daratan, lautan, dan udara.
c. Pemerintah
Pemerintah adalah lembaga atau orang uang membuat dan melaksanakan suatu aturan-aturan yang berlaku bagi masyarakat tertentu. Setiap komunitas tentu saja mempunyai lembaga pengatur bagi komunitasnya sendiri. 
Pemerintahan suatu negara harus berdaulat baik ke luar ataupun ke dalam. 
  • Berdaulat ke luar artinya mempunyai kedudukan yang sederajat dengan negara-negara lain, sehingga bebas dari campur tangan negara lain. 
  • Berdaulat ke dalam artinya berwibawa, berwewenang, dan menegakkan hukum atas warga dan wilayah negaranya. 
d. Pengakuan dari negara lain
Suatu negara akan mendapatkan pengakuan daru negara lain bila negara tersebut mampu berhubungan dengan negara-negara lain.
Hubungan dengan negara lain baru dimungkinkan bila suatu negara telah mendapat pengakuan dari negara lain. 
Pengakuan mempunyai dua sifat yaitu membentuk (to constitute) dan menyatakan (to declare).
  • Sebagai pernyataan yang membentuk dimaksudkan bahwa dengan diberikannya pengakuan, barulah dapat dikatakan bahwa eksistensi pihak lain yang diakui benar-benar merupakan kenyataan. Jadi tanpa adanya pengakuan dari pihak lain, eksistensi pihak yang belum mendapat pengakuan itu sama sekali tidak ada.
  • Sedangkan sebuah pertanyaan dapay diartikan bahwa pengakuan hanyalah sekadar merupakan pernyataan saja dati pihak yabg memberikan pengakuan atas kenyataan eksistensi dari pihak yabg diberikan pengakuan.
3. TUJUAN NEGARA
tujuan negara dari setiap negara berbeda-beda. Tujuan bersifat mengumpulkan adanya sasaran yang hendak dicapai yang berlebih dahulu ditetapkan. Konsep tujuan negara banyak dikemukakan oleh para ahli yang menjadi sebuah doktrin tentang tujuan negara, akan tetapi berdasarkan fakta-fakta yang ada, tujuan negara lebih cenderung dipengaruhi oleh ideologi dari masing-masing negara.
Berikut ini ideologi-ideologi besar didunia yang memengaruhi tujuan dari masing-masing negara, antara lain:
a. Liberalisme
Secara garis besar dalam ideologi liberalisme ada beberapa ciri sebagai berikut:
  1. Demokrasi merupakan bentuk pemerintahan yang lebih baik. 
  2. Anggota masyarakat memiliki kebebasan intelektual penuh, termasuk kebebasan berbicara, kebebasan beragama, dan kebebasan pers.
  3. Pemerintah hanya mengatur kehidupan masyarakat secara terbatas. Keputusan yang dibuat hanya sedikit untuk rakyat, sehingga rakyat dapat belajar membuat keputusan untuk diri sendiri. 

    Tinggalkan komentar